Demakan, Kec. Mojolaban Kab. Sukoharjo (23/7/2024). Pelaksanaan fogging yang marak terjadi di masyarakat ketika sedang ramai – ramainya penyakit demam berdarah dangue dapat berdampak buruk bagi Kesehatan tubuh. Dampak buruk tesebut dapat mengganggu saluran pernapasan hingga berkembangnya jaringan kanker pada tubuh. Mengingat bahaya fogging dan masih maraknya dilakukan mendorong mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, Rachelliani Fatimatuzzahro dari Program Studi Keperawatan menyelenggarakan penyuluhan terkait Cegah DBD Anti Fogging dan pengadaan jumantik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran Kader Kesehatan Desa Demakan pada hari Selasa, 23 Juli 2024 di Ruang Pertemuan Balai Desa Demakan.
Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terkait bahaya fogging bagi kesehatan dan mengajarkan cara pencegahan lain berupa pengecekan jentik – jentik ke setiap rumah warga. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Ibu Bidan selaku tenaga kesehatan utama di desa dan diikuti oleh 30 peserta dari kader kesehatan aktif yang ada di Desa Demakan. Kegiatan ini terdiri dari pemaparan materi mengenai pengetahuan umum dan tanda gejala DBD, alasan tidak dianjurkan dan dampak fogging, serta cara pencegahan lain. Mahasiswa membagikan poster terlebih dahulu sebelum dilakukan pemaparan materi dan diakhiri dengan tanya jawab. Tenaga Kesehatan Utama atau Ibu Bidan perlu memperhatikan keberjalanan jumantik yang dilakukan oleh para kader kesehatan setiap bulannya untuk mencegah terjadinya penularan DBD.
Pelaksanaan jumantik dilakukan setiap satu bulan sekali oleh para kader kesehatan di setiap daerahnya. Harapannya para kader juga menyebarkan informasi terkait bahaya fogging dan dapat mengajarkan kepada masyarakat cara mencegah penularan nyamuk aedes aygepti yang membawa virus tersebut. “Penyuluhan yang dilakukan sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan saya. Ternyata fogging sangat berbahaya bagi tubuh dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan apabila sampai terhirup oleh kita. Setelah mendapatkan materi, saya akan menyebarluaskan informasi ini agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan khususnya kepada keluarga saya”, Ucap Ibu Rani sebagai salah satu kader kesehatan yang aktif di Desa Demakan.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias yang tinggi dari kader kesehatan Desa Demakan. Hal ini terlihat dari antusiasme para kader kesehatan dalam memperhatikkan dan tanya jawab mengenai bahaya fogging tersebut. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu menekan atau bahkan mengurangi angka terjadinya DBD di Desa Demakan dan menambah wawasan para warga melaluli perantara kader kesehatan desa.
